HOME     SERVICES     CONTACT US     ABOUT US

49% OF 171, 17 MILLION INTERNET USERS IN INDONESIA HAS EXPERIENCED CYBERBULLYING

DEPRESSION WILL BE THE SECOND
LEADING CAUSE OF DISEASE BY 2020
– WORLD HEALTH ORGANIZATION

                                                                                                                                        Combat Bullying & Cyberbullying

 

 

 

                                                                               #Digitallykind

Di era modern seperti sekarang, profesi dukun beranak mungkin sudah jarang terdengar. Mayoritas masyarakat lebih mengandalkan bantuan dokter atau bidan untuk proses persalinan. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa publik figur ternama di Indonesia justru lahir dengan bantuan dukun beranak? Keterbatasan biaya dan faktor turun-temurun menjadi alasan utama mengapa mereka tidak lahir di rumah sakit atau klinik.

Berikut tiga artis terkenal yang dulunya lahir dengan bantuan dukun beranak:

1. Zaskia Gotik

Penyanyi dangdut yang terkenal dengan lagu-lagu ceria ini ternyata tidak lahir di rumah sakit atau bidan, melainkan dengan bantuan dukun beranak. Zaskia mengungkapkan bahwa faktor ekonomi keluarganya menjadi alasan utama mengapa ibunya memilih dukun beranak saat melahirkannya. Ia pun tak akan pernah melupakan jasa Nenek Jimpul, dukun beranak yang membantu persalinan ibunya kala itu.

2. Sule

Komedian dan presenter ternama, Sutisna atau yang lebih dikenal dengan nama Sule, juga lahir dengan bantuan dukun beranak. Sule pernah bercerita bahwa dirinya dan saudara-saudaranya dilahirkan oleh seorang dukun beranak bernama Emak Engkas. Keterbatasan biaya pada masa itu membuat keluarganya memilih dukun beranak sebagai solusi untuk proses persalinan.

3. Bedu

Komedian Bedu, yang dikenal dengan gaya melawaknya yang khas, juga memiliki kisah serupa. Bedu mengungkapkan bahwa masa kecilnya penuh dengan kesulitan, termasuk saat ia dilahirkan. Ibunya melahirkan Bedu dengan bantuan dukun beranak, sebuah pilihan yang tak terelakkan karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas pada masa itu.

Refleksi: Perubahan Zaman dan Akses Kesehatan

Kisah ketiga artis ini mengingatkan kita akan perjalanan panjang sistem kesehatan di Indonesia. Dulu, dukun beranak menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga, terutama yang tinggal di pedesaan atau memiliki keterbatasan finansial. Namun, seiring berkembangnya zaman, akses terhadap layanan kesehatan yang lebih modern dan profesional semakin terbuka, termasuk dalam hal persalinan.

Meskipun kini dukun beranak sudah jarang digunakan, kisah-kisah seperti ini menjadi bukti sejarah bahwa masyarakat Indonesia pernah mengandalkan praktik tradisional dalam menghadapi momen penting seperti kelahiran. Semoga dengan semakin baiknya akses kesehatan, setiap keluarga dapat memberikan yang terbaik bagi ibu dan bayi dalam proses persalinan.

Sumber Terkait : topstories.id